Tips Aman Belanja Kosmetik Secara Online

Menjamurnya situs-situs belanja di internet membuat cara berbelanja menjadi lebih praktis. Tetapi sebaiknya Anda berhati-hati jika  berniat membeli produk kosmetik di internet.

Sebagai pembeli yang cerdas, Anda harus teliti. Memang banyak produk kosmetik impor yang ditawarkan melalui internet dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli di gerai kosmetik.

Namun sebaiknya Anda tidak saja hanya mempertimbangkan faktor harga, karena tidak sedikit produk kosmetik yang ditawarkan tersebut ilegal atau palsu.

“Anda jangan tertipu oleh iklan dan harga murah namun keamanannya tidak terjamin. Harus di ingat, bila wajah Anda sudah terlanjur rusak maka tidak bisa lagi diperbaiki,” kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA BPOM, Retno Tyas Utami.

Penjualan barang melalui internet pada umumnya juga sulit diawasi oleh badan yang berwenang sebab tidak diketahui dengan jelas dimana  tempat atau kantor penjualannya.

Di pasaran, baik melalui penjualan konvensional maupun online, beredar banyak jenis kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat dan mutu. Mengandung bahan berbahaya, antara lain hidrokinon, merkuri, dan asam retinoat.

Berikut ini beberapa kiat sebelum membeli produk kosmetik melalui internet.

  1. Perhatikan label.
    Dalam kemasan produk kosmetik harus tercantum nama produsen, importir, kandungan/komposisi bahan, dan khasiat. Label ini harus dalam bahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti. Kalau dalam bahasa lain lebih baik jangan dipakai. Label merupakan standar kelayakan penggunaan kosmetik tersebut. Apabila produk kosmetik tersebut tidak bermasalah maka produsen tidak akan keberatan menggunakan label dengan bahasa sesuai negara pengguna.
  2. Nomor notifikasi.
    Setiap kosmetik yang telah melalui pengawasan BPOM RI, memiliki nomor notifikasi. Nomor ini berarti kosmetik tersebut aman untuk digunakan, dan tidak mengandung bahan berbahaya. Nomor notifikasi kosmetik diawali huruf NA, dan diikuti 11 angka. Kode ini berlaku untuk kosmetik buatan dalam maupun luar negeri.

Dua tips diatas harus diberlakukan pada semua jenis kosmetik. Termasuk apabila kosmetik tersebut diproduksi oleh seorang dokter.

Anda harus ingat,  seorang dokter tidak akan menjual bebas produk atau resepnya. Dokter hanya meresepkan spesifik untuk satu pasien. Tugas dokter adalah mendiagnosa sebuah penyakit untuk obat adalah tugas seorang apoteker.

Masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli suplemen, obat, atau pun produk kosmetik di toko online karena keamanannya tidak terjamin, terutama produk dari luar negeri

Leave a Comment