Cerita Malam Pertama : Pernikahan Pengantin Baru Yang Ingin Romantis

Cerita malam pertama paling legendaris bisa jadi berasal dari Aceh. Kisah ini berasal dari novel Ayi Jufridar ,“Tatkala Malam Pertama Menjadi Malam Terakhir Bagi 99 Lelaki”. Wanita dalam sejarah tersebut bernama Putroe Neng.

Dia tak kalah perkasa dengan Cut Nyak Dien dan Cut Mutia. Konon, 99 suami Putroe Neng selalu mati di malam pertama. Bukan karena minum obat kuat yang berbahaya. Pernikahan Pengantin Baru itu amat tragis juga bukan hal yang disengaja.

Wanita ini sejatinya adalah komandan perang dari China dengan pangkat Jenderal. Namun ia gagal total saat menyerang Aceh. Semasa kecil, neneknya meletakan senjata racun ke dalam kemaluan Putroe agar selamat dari korban perang seperti pemerkosaan.

Lalu bagaimana akhir kisah hidup Putroe Neng ?

Syeikh Syiah Hudam menjadikan dirinya suami yang ke 100. Pria ini selamat sebab berhasil mengeluarkan racun dari kemaluan Putroe Neng. Namun sayang, pasangan ini  sampai ajal tidak pernah mempunyai keturunan.

Malam Pertama Pengantin Baru

Aku Rudi. Dan nasibku tidak setragis 99 suami Putroe Neng. Kulewati malam pertama pengantin baru seperti biasanya. Benar-benar tidak ada yang romantis. Dengan Jeni, istriku saat ini, hubungan sex kerap kami lakukan sejak pacaran dulu. Jadi aku tidak pernah benar-benar tahu apa artinya malam pertama pengantin baru.

Segala pengertian tentang hal itu sebenarnya agak abu-abu. Kalau kau mengartikan malam pertama pernikahan sebagai hubungan intim pertama kalinya saat sudah sah menjadi suami istri. Iya benar. Namun kalau memahami sebagai hubungan sex pertama kali di ranjang. Maka itu tidak sesuai. Setidaknya untuku bukan seperti itu.

Kukenal Jeni 2 tahun lalu dari Wina, teman kantorku. Jeni wanita baik. Ia bekerja di sebuah perusahaan mebel di kota K. Sementara aku dan Wina mencari upah di kota S.

Pertemuan kami terjadi di tahun 2004. Jeni datang untuk menemui Wina. Barangkali sekedar liburan. Sebetulnya saat itu Jeni datang dengan pacarnya. Iya, Jeni sudah punya pacar dan aku sendiri tidak berpikir akan menikah denganya. Takdir memang aneh. Tuhan seperti melempar dadu dan kau tidak akan tahu angka mana yang akan keluar.

Dan entah dengan maksud apa, Wina datang ke kos mengajaku untuk acara konkow itu. Perjumpaan yang akhirnya menakdirkan hidup ini bersama Jeni. Dugaan sementara, Wina memilihku karena aku jomblo seumur hidup. Mengenaskan memang, 24 tahun kubuang anak-anak terbaik di dalam kamar mandi.

Alasan kedua ia mengikutsertakan dalam kumpul-kumpul itu adalah kami sahabat sejak masih kuliah, kami satu jurusan. Aku dekat dengan Wina. Mungkin juga bisa di bilang sangat dekat.

Singkat cerita. Jeni putus dengan cowoknya. Hal yang mengguncang batin wanita cantik tersebut. Kudengar tragedi ini hanya 3 bulan menjelang acara pernikahan mereka. Aku tidak tahu pasti. Wina menceritakan sekedarnya. Namun sejak itu, Jeni lebih sering berkunjung ke kota kami. Dan lagi-lagi, Wina selalu mengajaku. Hal ini tentu membuatku semakin dekat dengan Jeni. Sampai kukira, ia memang sengaja menjodohkanku.

Jujur, sebagai jomblo abadi, saat itu aku tidak merasakan kedekatan emosi apapun dengan Jeni. Mungkin perasaan ini sudah mati. Aku memang pernah merasakan jatuh cinta. Lama sekali. Ketika masih kuliah semester pertama dengan kakak tingkat. Sungguh malu, mungkin aku sedang mengidap oedipus complex, sindrom yang disebut Sigmund Freud, jatuh hati dengan wanita yang lebih dewasa. Dan bagian tersulitnya adalah bagaimana cara pedekate dengan cewek yang lebih tua sementara kau belum pernah pacaran sebelumnya.

Situasi yang rumit itu membuatku mengambil janji selibat sementara. Sementera lho ya. Ngenes memang. Meski tidak sebodoh Lesmana, adik Rama dalam cerita Ramayana itu. Udah ganteng, sakti, keturunan bangsawan, tapi kok bersumpah jomblo seumur hidup. Apa ga tragis tuh.

Dan fokusku hanya tiga hal, lulus kuliah cepat, IP tinggi, dan dapat kerja di perusahaan besar. Tujuan yang akhirnya tercapai meski dalam percintaan skorku Nol besar. Lalu Wina datang dengan berita gembira.

Wina selalu jadi penyelamatku sejak dulu. Ia salah satu teman terbaiku. Kami masih ingat bagaimana susah dukanya jadi orang perantauan, rumitnya menghadapi dosen killer hingga makan sepiring berdua yang jadi problem mahasiswa saat tanggal tua. Wina jadi sahabat hebat ketika saldo ATM makin tidak bersahabat.

Ia bercerita, Jeni diam-diam menyukaiku. Hidupku berubah sejak itu. Kau tidak akan pernah membayangkan bagaimana jomblo abadi akhirnya mendapat kabar cinta dari wanita cantik dan sebaik Jeni. Tentu saja kisah ini akan luar biasa.

cerita-lucu-malam-pertama

Pengalaman Malam Pertama : Kisah Nyata Yang Romantis dan Hot

Jeni memang perempuan malam pertama untukku. Tapi kisah ini kulakukan sebelum kami melaju ke pelaminan. Kuharap pembaca tidak meniru pengalaman yang tidak islami ini.

Dengan cepat, aku memacari Jeni. Di ingatan ini masih rinci bagaimana pertama kali Jeni menginap di kosku. Saat itu bulan Agustus. Tidak ada rintik hujan yang membuat cerita sex jadi makin hot dan romantis. Justru, kurasa cerita malam pertama itu terasa lucu.

Jeni mencium bibirku dengan mesra. Sebuah french kiss yang hangat. Badanku tergetar. Ia memeluku dan berkata benar-benar menyukaiku. Kupandangi wajah cantik itu terterpa cahaya lampu. Ciuman manis kuarahkan ke bibirnya, sebisaku. Coba bayangkan gimana rasanya melakukan hal tersebut untuk pertama kali. Jeni tertawa.

Muncul kesan yang kaku dan penuh keraguan. Tapi Jeni membimbingku. Kusentuh payudara dari balik baju Jeni. Terasa padat dan cukup besar. Aku tidak bisa memprediksi seberapa, pengalaman pegang susu wanita juga belum ada. Kuciumi leher jenjang Jeni dengan posisi tidur saling berhadapan. Jariku mulai meremas pelan buah dada tersebut. Jeni mendesah. Pelan. Kulepaskan kancing satu persatu. Kutanggalkan bajunya. Kutanggalkan juga agama di atas meja. Sungguh aku benar-benar lupa.

Bra tersebut tampak tidak muat. Lekuk tubuh Jeni super proporsional. Tinggi 170 dengan berat 58kg. Oh Tuhan, itu jauh lebih indah dari model korset pelangsing terbaik di dunia. Kuciumi bagian atas payudaranya. Kuhisap dengan lembut. Kulirik Jeni memejamkan mata. Ia mengelus rambutku yang tepat berada di dagu wanita itu. Aku mendongak, Jeni menatapku.

Ia tidak berkata namun mata itu menceritakan lebih dari segalanya.  Kubenamkan lagi wajahku di balik bukit indah nya, kudengar cicak berdecit, mungkin mengejar nyamuk. Atau mungkin mengintip kami yang sudah teramat tidak peduli.

Jeni melepas sendiri pengaitnya bra-nya. Kutatap nikmat yang harus benar-benar dinikmati semua lelaki. Puting Jeni coklat cerah, kekuningan dan terlihat bisa mengimbangi kulitnya yang putih. Jauh lebih menggairahkan dari foto dan video 18 tahun ke atas yang pernah kutonton. Jauh lebih menggoda dari cerita esek-esek yang pernah kau baca saat muda.

Payudara itu, keras dan tergambar jelas garis-garis biru pembuluh darah. Aku tidak tahu apa Jeni memakai produk pembesar payudara hingga sekeras itu. Atau Jeni sudah terangsang maksimal. Dan kali ini kuberanikan diri membuka kancing jeans yang ia pakai. Kuselipkan tangaku ke dalam celana. Kutemui bulu-bulu tipis di atas liang senggama. Jeni sudah sangat basah.

Ia tersenyum padaku. Tubuh ini sudah tak mengenakan apa-apa. Kelamin kami saling berhadapan. Ciuman dan desahan mesra menjadi aksi paling hot. Dan Jeni masih tersenyum kecil. Kau tahu manusia memang dibekali insting yang terinstal otomatis untuk melakukan hubungan sex. Tapi aku tidak. Barangkali aku Forest Gump. Dan Jeni jadi benar-benar mirip tokoh Jeni dalam novel Winston Groom yang pernah difilmkan tersebut. Jeni menuntunku memasuki tubuhnya. Kurasakan sesuatu yang hangat dan lembut bergesekan dengan kulit kelaminku. Pinggul kami bergoyang perlahan. Kutancapkan penisku lebih dalam, Jeni melenguh. Ah.

Pasutri Malam Pertama : Jeni Hamil

Kebiasaan minum jamu tradisional punya dampak positif. Kalau kalian tidak menyukai resep nenek moyang ini maka cobalah. Apalagi jika belum memiliki keturunan. Daun-daun herbal pada tanaman tersebut baik untuk menyuburkan sperma. Hubungan sex juga lebih tahan lama.

Meski begitu, pesan saya : manfaatkan obat tradisional untuk hubungan intim dengan pasangan yang sah. Jangan seperti kisah ini.

Dan harus aku akui, perkawinan kami tidaklah bisa dibilang pernikahan dini. Usia sudah cukup matang. Ya setidaknya sudah sangat ideal untuk memiliki anak.  Saat ijab, Jeni sedang mengandung 3 bulan. Satu hal yang sebenarnya dilarang dalam Islam. Namun mau bagaimana. Yang penting pernikahan kami sah disaksikan keluarga.

Hubungan intim yang legal sebagai pasutri pun harus di lalui saat Jeni hamil. Namun bukan hal ini yang membuatku risau. Aku masih teringat cerita beberapa kawan dan kumpulan cerita malam pertama yang aku baca. Malam pertama bagi sebagian mereka menyakitkan. Seminggu sebelum hari pencoblosan, seorang  teman bahkan mencari info cara malam pertama agar tidak sakit.

Sementara aku tidak butuh itu, tidak butuh keterangan apa yang dilakukan saat malam pertama pengantin baru. Tidak ada rasa takut malam pertama. Juga tidak perlu browsing di internet untuk sekedar tahu posisi malam pertama agar tidak sakit beserta gambar. Aku hanya penasaran sejak kapan malam pertama identik dengan keperawanan.

Kegalauan itu pun semakin menjadi. Aku sadar betul Jeni sudah tidak perawan saat melakukan hubungan badan pertama kali denganku. Tunanganya yang pernah kutemui dulu mencuri start yang harusnya jadi posisiku. Namun aku mencintai Jeni dan sungguh menantikan anak di dalam kandunganya.

Meski, jika kau tanya apa aku ingin merasakan bagaimana berhubungan intim dengan perawan? Dalam hati kujawab iya. Keinginan itu semakin memuncak saat bertemu Ine. Pegawai baru di perusahaan. Seorang gadis berjilbab, fresh graduated dari universitas ternama. Tuturnya sangat sopan.  Kudengar ia tidak punya pacar. Dan entahlah kenapa perasaanku sangat yakin ia masih perawan.

foto-malam-pertama-pengantin-baru

Aku sempat curhat ke Wina tentang hal ini. Ia nampak kesal dan menganggap perbuatanku akan menyakiti Jeni. Sebenarnya aku juga tidak tega…

Baca lanjutanya ke halaman : CERITA MALAM PERTAMA KARENA DIJODOHKAN.